Ulasan Jurnal : Computational Social Science

Sebagai makhluk sosial, manusia senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya. Ia ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan ingin mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya. Rasa ingin tahu ini memaksa manusia perlu berkomunikasi.

Dengan berkembangkan berbagai teknologi, komunikasi tidak hanya bertatap muka, melainkan juga bisa melalui berbagai platform komunikasi. ilmu sosial komputasi yang muncul yang memanfaatkan kapasitas untuk mengumpulkan dan menganalisis data dengan luas dan dalam skala yang luar biasa.

Harold D. Laswell salah seorang peletak dasar ilmu komunikasi lewat ilmu politik menyebut tiga fungsi dasar yang menjadi penyebab, mengapa manusia perlu berkomunikasi.

Pertama, adalah hasrat manusia untuk mengontrol lingkungannya. Melalui komunikasi manusia dapat mengetahui peluang yang ada untuk dimanfaatkan, dipelihara dan menghindar pada hal-hal yang mengancam alam sekitarnya. Melalui komunikasi manusia dapat mengetahui suatu kejadian atau peristiwa.

Kedua, adalah upaya manusia untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Proses kelanjutan suatu masyarakat sesungguhnya tergantung bagaimana masyarakat itu bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Ketiga, adalah upaya untuk melakukan transformasi warisan sosialisasi. Suatu masyarakat yang ingin mempertahankan keberadaannya, maka anggota masyarakatnya dituntut untuk melakukan pertukaran nilai, perilaku, dan peranan. Misalnya bagaimana orangtua mengajarkan tatakrama bermasyarakat yang baik kepada anak-anaknya.

Ulasan Jurnal
THE “NEW” SCIENCE OF NETWORKS

Membangun tradisi analisis jaringan yang panjang dalam sosiologi dan antropologi (Degenne & Forse 1994, Scott 2000, Wasserman & Faust 1994) dan sejarah teori graf yang lebih panjang dalam matematika diskrit (Ahuja dkk. 1993, Bollobas 1998, West 1996) , studi tentang jaringan dan sistem jaringan telah meledak di seluruh spektrum akademik dalam lima tahun terakhir. Didorong oleh ketersediaan komputer yang murah namun kuat dan set data elektronik skala besar yang berkembang pesat, para peneliti dari ilmu matematika, biologi, dan sosial telah membuat kemajuan besar pada sejumlah masalah yang sebelumnya sulit diatasi, merumuskan kembali gagasan lama, memperkenalkan teknik baru, dan mengungkap hubungan antara apa yang tampaknya merupakan masalah yang sangat berbeda. Hasilnya telah disebut “ilmu baru jaringan” (Barabasi 2002, Buchanan 2002, Watts 2003).

Dalam Jurnal ada beberapa penjelasan mengenai Model Struktur Jaringan.

  1. Small-world Network

Small World Network adalah sebuah tipe grafik matematikal yang dari banyaknya simpul, namun tidak berhubungan dengan simpul yang lainnya (berbeda), tetapi banyaknya simpul bisa menjangkau setiap simpul kecil lainnya. Kontribusi awal untuk ilmu jaringan baru, dan yang menangkap beberapa tema utama, adalah bahwa oleh Watts & Strogatz (1998), di mana penulis membuat beberapa poin terkait tetapi berbeda.

2. Affiliation Networks

Menjelaskan masalah mengenai kedua model bergantung pada keberadaan beberapa substrat kisi yang mendasarinya untuk menjamin konektivitas global dan memberikan metrik jarak yang tidak tergantung pada jarak jaringannya.

3. Scale-free Networks

Jaringan skala bebas merupakan jaringan yang derajat distribusi mengikuti hukum kekuatan, setidaknya tanpa gejala.

Sumber dan Referensi :

https://www.kompasiana.com/elisigiro/552af7c1f17e61145bd623cc/pentingnya-komunikasi-dalam-kehidupan-manusia

https://salimalatas.wordpress.com/2013/11/02/memahami-komunikasi-manusia/

http://afanrais19.blogspot.com/2016/06/struktur-web-small-world-network.html

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started